Feb 5, 2012

Kakak-Adik Berebut Memuliakan Ibu

Kisah ini R10 dapatkan dari Facebook dimana terdapat kisah yang tak biasa, yakni kakak-adik berebut memuliakan ibu dan kemudian harus berujung pada pengadilan. Biasanya anggota keluarga bertingkai di pengadilan untuk berebut hak waris seperti tanah atau kekayaan lainnya. Namun Hizan al Fuhaidi harus melawan sang adik untuk memperebutkan hak asuh bagi sang ibu.



Di salah satu pengadilan Qasim, Hizan al Fuhaidi berdiri kecewa dengan air mata bercucuran hingga membasahi janggutnya.  Ternyata ia baru saja dikalahkan adik kandungnya oleh sang hakim dalam hak pemeliharaan ibunya yang sudah tua renta. 

Seumur hidupnya sang ibu tinggal bersama Hizan al Fuhaidi  di pedesaan. Dan tatkala sang ibu menua dan keriput serta hanya memakai perhiasan cincin timah dijarinya, datanglah sang adik yang tinggal di perkotaan untuk mengajak sang ibu tinggal bersamanya dengan alasan fasilitas kesehatan di perkotaan jauh lebih lengkap.

Tawaran sang adik ditolak oleh Hizan al Fuhaidi dengan alasan dirinya mampu merawat dan menjaga sang ibu. Sang adik bersikeras, jadilah kedua bersaudara itu membawa perkara ini ke pengadilan. Setelah sidang demi sidang, akhirnya sang hakim memerintahkan agar sang ibu dibawa ke pengadilan.

Kedua bersaudara pun membopong sang ibu yang beratnya hanya 40 kg ke hadapan hakim. Hakim kemudian bertanya, siapa yang lebih berhak tinggal bersamanya?

Sang ibu lalu menjawab sambil menunjuk ke Hizan, "Ini mata kananku!" kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, "Ini mata kiriku!"

Berdasarkan kemaslahatan bagi sang ibu, hakim akhirnya memutuskan sang ibu dirawat oleh adik Hizan. Keputusan yang membuat Hizan al Fuhaidi sangat kecewa, air matanya menetes, air mata kemuliaan tanda bakti kepada ibunya.

Sungguh terhormat dan beruntung sang ibu memiliki dua anak yang berbakti, yang berlomba-lomba merawatnya di saat dirinya sudah tua renta. Ini pelajaran berharga tentang berbakti dikala durhaka semakin membudaya.

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:41]


14 comments

February 5, 2012 12:42 PM Reply

kali ini ijin copas boleh ga?...mau saya publish lagi di blog aryadevi

February 5, 2012 1:05 PM Reply

subhananllah

February 5, 2012 2:01 PM Reply

boleh kok, aku aja ini nulis ulang dari facebook :)

February 5, 2012 2:27 PM Reply

keren euy,,, *terharu

February 5, 2012 6:07 PM Reply

wahh terharu..
ntar klo ibuku sudah tua kira2 siapa yg bkl ngerawat ya..sudaraku kan 3,hehe

February 6, 2012 8:45 AM Reply

terharu bacanya! Ini dimana R1O?? jarang2 loh kyk gini! Yg sering terjadi malah ortu ditip di panti, spy ga merepotkan anak!

February 6, 2012 9:05 AM Reply

Subhanalloh ... sungguh beruntung Ibu tersebut memiliki anak yang mencintai seperti itu ... mengingat anak-anak sekarang boro-boro mau disusahin sama orang tua, kerjanya nyusahin melulu :D *udah kawin nanti ortu direpotin ngurus cucu ... *

February 6, 2012 5:28 PM Reply

subhanallah

February 7, 2012 9:25 AM Reply

di arab mbak, tapi aku ga tahu negara mana tepatnya

February 7, 2012 9:26 AM Reply

iya ini, sebagai anak aku juga masih sering ngerepotin ortu :malu:

February 7, 2012 9:31 AM Reply

iya, kisah yang luar biasa bukan :)

February 7, 2012 9:38 AM Reply

semoga kamu yang merawat :)

a Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)

amin ya rabb

February 29, 2012 7:22 AM Reply

amin :)

Post a Comment


Silahkan salin smiley diatas, url video YouTube atau url gambar