Sahabat adalah sosok orang terdekat yang bisa kita percaya dan juga mempercayai kita, seharusnya kita nggak berbohong pada sahabat. Tapi kenyataannya, we do lie each other, bukan untuk menipu—tapi melindungi hubungan pertemanan.

4 Kebohongan Yang Sering Diucapkan Pada Sahabat

Inilah 4 common lies yang kerap kita lontarkan pada si sahabat:

“Saya nggak akan bilang sama siapa-siapa”
Mungkin terdengar seperti sebuah pengkhianatan besar bila kita membocorkan rahasia sahabat, apalagi kita sudah menyatakan tak akan bilang pada siapa-siapa. But in reality, kita memang nggak selalu bisa setia dan menepati kalimat di atas. Most likely kita akan ‘membuka’ rahasia seorang sahabat ketika berbicara dengan pasangan, atau dengan sahabat yang lain.

“Selama kamu bahagia, saya setuju saja kamu berkencan dengannya”
Ada kalanya sahabat berkencan atau berpacaran dengan pria yang nggak kita suka—karakternya, sikapnya, kebiasaannya, atau apapun itu. Tapi selama alasan kita tak menyukainya bukan menyangkut prinsip, kita biasanya akan memilih diam dan seolah memberi restu pada hubungan mereka. Hanya dalam hati kita berujar: “mudah-mudahan kamu cepat sadar bahwa he is not Mr. Right!”

“Wah, ada hal lain yang harus saya kerjakan di rumah”
Admit it, kadang-kadang kita cuma sedang lelah atau malas keluar rumah ketika sang sahabat mengajak pergi. Alih-alih berkata jujur namun berisiko membuatnya sakit hati, lebih gampang mencari alasan palsu.

“I’m sooo over my ex!”
Harusnya memang sahabat menjadi orang yang paling memahami bila kita masing sering kangen atau memendam rasa pada sang mantan. Meski begitu, sahabat juga biasanya jadi orang yang paling mendukung kamu untuk move on. Nah, biasanya kita bakal memilih denial di depan sahabat dan menyatakan bahwa kita sudah benar-benar melupakan mantan pacar.